Wonosari, PPDQWI – Pemimpin Berbudaya Jogja Istimewa menjadi tema diskusi materi kepemimpinan dalam Lomba Kemah Tingkat 1 dan Kemah Bakti Pangkalan MTs, MA, dan SMK Darul Qur’an. Diskusi dipimpin langsung oleh dewan pembina Pramuka, Sri Suparjilah di panggung kemah Tegalarum Adventure Park, Karangtengah, Gunungkidul pada Ahad (28/6/2026) malam.

Dalam kesempatan itu, Sri Suparjilah mengajak setiap peserta kemah untuk mendiskusikan pemimpin yang didambakan oleh masing-masing peserta berdasarkan nilai-nilai kepemimpinan yang diajarkan dalam budaya Yogyakarta. Selain itu Sri juga meminta agar setiap regu dapat mempresentasikan hasil diskusi dan memilih figur tokoh Jogja yang dinilai memiliki kepemimpinan Jogja Istimewa.

“Seperti apa sih pemimpin yang Berbudaya Jogja Istimewa itu? Kita tahu nilai-nilai kepemimpinan Jogja itu seperti Hamemayu Hayuning Bawono, Golong gilig, lalu ada juga Sengguh tan mingkuh dan lainnya. Semua itu adalah nilai-nilai luhur dalam budaya Jogja yang dipegang teguh untuk ada pada diri seorang pemimpin. Karenanya, kita perlu mengetahui dan menemukan nilai seperti apa yang perlu ada pada pemimpin kita saat ini,” kata Sri Suparjilah.

Pemimpin Sangga Perintis II, Aisyah Hilda Aulia mengatakan pemimpin yang diperlukan saat ini adalah pemimpin yang harus dapat menebar manfaat sebanyak-banyaknya bagi orang lain, mementingkan kepentingan rakyatnya di atas kepentingan pribadi, hal ini menurut Hilda sesuai dengan falsafah Urip Iku Urup yang selalu dipegang oleh para pemimpin Jogja Istimewa.

Selain itu menurut Aisyah pemimpin yang baik adalah pemimpin yang Tepa Selira atau memiliki tenggang rasa, mampu merawat kedamaian sebagaimana falsafah Hamemayu Hayuning Bawono, memiliki empati atau Rasa Rumangsa. Bagi Asiyah, figur KH. Ahmad Kharis Masduki adalah figur tokoh Yogyakarta yang memiliki nilai-nilai Pemimpin Berbudaya Jogja Istimewa yang patut dicontoh oleh generasi muda dan pemimpin masa kini.

“Beliau adalah pemimpin yang tidak mementingkan diri sendiri, beliau memberikan semua untuk masyarakat, beliau merawat kebudayaan, beliau hidup tawadhu dan berbaur dengan masyarakat. Kita bisa melihatnya ketika beliau pernah menggelar pertunjukan wayang yang disaksikan secara cuma-cuma oleh masyarakat, sehingga masyarakat dapat gembira menikmati seni pertunjukan wayang. Beliau juga hidup dermawan dan mengajarkan ilmu, bagi kami beliau figur pemimpin Jogja Istimewa,” kata Aisyah saat mempresentasikan hasil diskusinya.

Sementara itu Mahdatul Izza dari Sangga Perintis I menambahkan bahwa pemimpin Indonesia masa depan harus mau bersosialisasi, adil dan tegas. Dia berharap Indonesia memiliki pemimpin yang tidak mementingkan kepentingan sekelompok orang melainkan keputusan yang diambilnya adalah untuk kemaslahatan masyarakat luas.

“Pemimpin harus adil, tegas, tak mementingkan diri sendiri dan kelompoknya. Memutuskan segala sesuatu tidak sepihak, itulah pemimpin Jogja Istimewa.

Kemah Lomba Tingkat 1 dan Kemah Bakti Pangkalan MTs, MA, dan SMK Darul Qur’an resmi dibuka pada Sabtu (27/6/2026) siang. Kegiatan ini berlangsung di Tegalarum Adventure Park, Karangtengah, Gunungkidul dark 27-29 Juni 2026.

Kemah Lomba Tingkat 1 dan Kemah Bakti Pangkalan MTs, MA, dan SMK Darul Qur’an diikuti oleh peserta yang terdiri dari penggalang putra 54 orang, penggalang putri 56 orang, penegak putra 65 orang, penegak putri 68 orang, dewan penggalang putra 7 orang, dewan penggalang putri 12 orang, dewan ambalan putra 10 orang, dan dewan ambalan putri 13 orang. Selain itu didukung oleh 27 panitia yang bertugas memastikan kelancaran acara.

Para peserta Kemah LT 1 dan Kemah Bakti akan mengikuti berbagai kegiatan selama mengikuti kemah. Pada hari pertama peserta mengikuti perlombaan giat prestasi meliputi lomba simpul, menaksir tinggi, penjernihan air, tembang dolanan, masak olahan nasi. Pada hari kedua, peserta mengikuti kegiatan olahraga, lomba kebersihan dan kerapian tenda, penjelajahan, yel-yel, permainan, bivak, semaphore, hasta karya dan lainnya. Di hari terakhir, Kemah LT 1 dan Kemah Bakti akan ditutup dengan rangkaian kegiatan bakti sosial kepada masyarakat sekitar. (And)