Wonosari, PPDQWI – Madrasah Aliyah (MA) Darul Qur’an menggelar Pertemuan Paguyuban Orang Tua (POT) di Aula KH. Nawawi Abdul Aziz, Kompleks MA Darul Qur’an, Sabtu (19/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi forum silaturahmi sekaligus penyampaian arah program madrasah dan kepesantrenan kepada perwakilan orang tua murid.

Pertemuan tersebut dihadiri Pengasuh Pondok Pesantren Darul Qur’an Wal Irsyad, Nyai Hj. Wardah Nawawi; Ketua Yayasan Darul Qur’an Wal Irsyad, H. Aryanto Purbo Prasetyo, S.I.P.; Kepala MA Darul Qur’an, H. Azuma Muhammad, Lc., M.Ag.; Kepala Haiatu Ta’lim wa Tadris Pondok Pesantren Darul Qur’an Wal Irsyad Wonosari, Ust. Muhammad Akhyar, S.Pd.I.; serta pengurus POT kelas 10 hingga kelas 12 MA Darul Qur’an.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan Al-Qur’an Qiraat Sab’ah, Surat Ad-Dhuha riwayat Khalaf ‘an Hamzah yang dibacakan oleh ananda Dihyandhani Zelvara Najma Shaida. Acara kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Darul Qur’an oleh tim paduan suara Darul Qur’an Wal Irsyad.

Dalam sambutannya, Pengasuh Pondok Pesantren Darul Qur’an Wal Irsyad Nyai Hj. Wardah Nawawi menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas kehadiran para wali murid yang mewakili POT masing-masing kelas. Pertemuan tersebut dipandang sebagai bagian dari upaya mempererat silaturahmi antara keluarga besar Darul Qur’an dengan orang tua murid sekaligus menjadi sarana untuk menyampaikan berbagai program MA Darul Qur’an.

Sementara itu, Ketua Yayasan Darul Qur’an Wal Irsyad H. Aryanto Purbo Prasetyo, S.I.P. menekankan pentingnya sinergi antara madrasah dan orang tua dalam mendampingi perkembangan murid. Dalam konteks tersebut, POT diharapkan dapat menjadi jembatan komunikasi antara madrasah dengan orang tua sehingga berbagai program pendidikan dapat berjalan secara kolaboratif.

Memperkuat Sistem Pendidikan dan Prestasi Murid

Kepala MA Darul Qur’an H. Azuma Muhammad, Lc., M.Ag. memaparkan arah program MA Darul Qur’an Tahun Pelajaran 2026/2027. Pengembangan madrasah diarahkan pada penguatan sistem pendidikan agar setiap murid memiliki ruang untuk belajar, bertumbuh, berprestasi, serta mempersiapkan diri untuk melanjutkan pendidikan maupun memasuki tahap kehidupan berikutnya.

Dalam bidang kurikulum, MA Darul Qur’an melakukan penguatan aspek akademik dan sistem pembelajaran. Persiapan murid kelas 12 dalam menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) dilakukan melalui penambahan jam pelajaran untuk mata pelajaran wajib serta mata pelajaran pilihan sesuai minat.

Dalam pelaksanaan Asesmen Sumatif Akhir Semester (ASAS) dan Asesmen Sumatif Akhir Tahun (ASAT), madrasah mengembangkan bentuk soal esai yang berbasis literasi dan keterampilan berpikir tingkat tinggi atau Higher Order Thinking Skills (HOTS) pada level C3 hingga C6. Untuk mendukung kualitas asesmen, MA Darul Qur’an juga menyelenggarakan workshop penyusunan soal dan koreksi bersama lintas Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP).

Program pengayaan pembelajaran juga dikembangkan melalui Stadium General, kehadiran guru tamu, dan kegiatan Outing Class. Sementara itu, untuk memperkuat pengelolaan bidang keilmuan, madrasah membentuk kepengurusan jurusan serta himpunan siswa jurusan.

Penguatan sistem kerja madrasah juga dilakukan melalui sejumlah unit kerja, meliputi unit literasi dan bahasa, unit program tahunan, unit kreativitas dan lomba, unit riset, unit kurikulum madrasah, serta unit kepesantrenan.

Di bidang kesiswaan, MA Darul Qur’an terus mengembangkan minat dan bakat murid sebagai bagian dari upaya mendorong prestasi. Pengembangan tersebut dilakukan melalui pembentukan lima komunitas, yakni komunitas jurnalistik, robotik, sastra dan bahasa, voli, serta futsal.

Selain pengembangan komunitas, madrasah juga memperkuat budaya riset dan karya ilmiah. Riset berbasis rumpun mata pelajaran serta penyusunan Karya Tulis Ilmiah (KTI) mulai diarahkan sejak kelas 11 semester 2. Hasil riset murid selanjutnya dapat dihimpun melalui Rumah Jurnal Daquna sebagai wadah publikasi karya riset agar dapat diakses oleh masyarakat secara lebih luas.

Dalam penguatan karakter, murid MA Darul Qur’an juga dilibatkan dalam program Gerak Dampak Akademik bersama Gunungkidul Menginspirasi dan Indika. Program pengembangan bahasa asing dilakukan melalui intensif bahasa Inggris di IIBS Darul Qur’an sesuai jenjang pendidikan. Madrasah juga menyediakan bimbingan dan tes TOEIC bagi murid kelas 11.

Untuk persiapan studi lanjutan, MA Darul Qur’an mengembangkan program bimbingan masuk perguruan tinggi negeri dalam negeri maupun perguruan tinggi luar negeri melalui kerja sama dengan mitra dan alumni.

Pada bidang kehumasan, MA Darul Qur’an menyiapkan sejumlah program yang diarahkan untuk memperluas pengalaman dan jejaring murid, di antaranya program magang dan khidmat santri serta kemitraan dengan perguruan tinggi dan berbagai organisasi.

Madrasah juga memperkuat akses terhadap program beasiswa kader Nahdlatul Ulama serta mengoptimalkan peran alumni sebagai fasilitator dalam pengembangan komunitas dan program perguruan tinggi dalam maupun luar negeri.

Selain itu, madrasah melakukan riset terhadap capaian program yang melibatkan murid dan wali murid sebagai bagian dari upaya evaluasi dan perbaikan program secara berkelanjutan.

Dalam forum tersebut, Kepala MA Darul Qur’an juga memaparkan neraca keuangan madrasah yang mencakup standar pembiayaan, standar sarana dan prasarana, standar penilaian pendidikan, serta sejumlah komponen pembiayaan lainnya.

Penguatan Program Kepesantrenan

Sementara itu, Kepala Haiatu Ta’lim wa Tadris Pondok Pesantren Darul Qur’an Wal Irsyad Wonosari, Ust. Muhammad Akhyar, S.Pd.I., memaparkan sejumlah program dalam penguatan pendidikan kepesantrenan.

Untuk meningkatkan kompetensi para pengajar pondok, Haiatu Ta’lim wa Tadris mengembangkan program Talaqqi Kitab Turats dan Yanbu’a. Monitoring guru ngaji dilakukan melalui sistem pemantauan program tahfidz dan kitab.

Sistem evaluasi santri juga diperkuat melalui rapor bulanan program kitab dan rapor bulanan program tahfidz. Dalam kurikulum tahfidz, target capaian santri putra ditetapkan enam juz per tahun, sedangkan santri putri lima juz per tahun dengan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sebesar 80.

Program tahfidz juga dilengkapi dengan sejumlah materi penunjang, meliputi kajian kitab Yanbu’a untuk tajwid, At-Tibyan untuk adab, Shofwatul Ahkam untuk tafsir, serta Adillatuna untuk penguatan pemahaman Aswaja.

Selain itu, terdapat program tasmi’ yang dilaksanakan bersama pengasuh Pondok Pesantren An-Nur Ngrukem, KH. Muslim Nawawi. Program tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas dan evaluasi hafalan Al-Qur’an para santri.

Membentuk POT Besar

Salah satu agenda penting dalam Pertemuan Orang Tua tersebut adalah pembentukan POT Besar MA Darul Qur’an. Kepengurusan tersebut dibentuk dari perwakilan pengurus POT kelas 10, 11, dan 12 untuk menjadi mitra komunikasi serta bersinergi dengan pihak madrasah dalam mendukung berbagai program pendidikan.

Dalam pembentukan tersebut, H. Laix Juwaibir terpilih sebagai Ketua POT Besar, Abdullah Muzid sebagai Sekretaris, dan Budiono sebagai Bendahara.

Pembentukan POT Besar diharapkan dapat memperkuat komunikasi antara madrasah dan orang tua serta menjadi bagian dari ekosistem pendidikan Darul Qur’an yang melibatkan madrasah, pesantren, orang tua, murid, dan alumni. (And)