Yogyakarta, (PPDQWI) – Dua murid Darul Qur’an mendapat kehormatan menjadi pengibar bendera dalam upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 yang digelar pada Rabu (28/10/2026). Keduanya adalah Muhammad Yahya Rizqi Nur Fadhilah, murid kelas XI MA Darul Qur’an, dan Qiezha Alvaro Mayvilano Sutopo, murid kelas XI SMK Darul Qur’an.

Muhammad Yahya Rizqi Nur Fadhilah dipercaya menjadi pengibar bendera dalam upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda tingkat Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang berlangsung di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta.

Sementara itu, Qiezha Alvaro Mayvilano Sutopo mendapat kepercayaan menjadi pengibar bendera dalam upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda tingkat Kabupaten Gunungkidul.

Keterlibatan dua murid tersebut menjadi kebanggaan bagi keluarga besar Darul Qur’an. Kepercayaan yang diberikan kepada Yahya dan Alvaro sekaligus menjadi bukti bahwa murid MA dan SMK Darul Qur’an mampu mengambil peran dalam kegiatan kebangsaan di tingkat daerah.

Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan MA Darul Qur’an, Heni Tri Astuti, S.E., menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian Yahya. Menurutnya, kesempatan menjadi pengibar bendera merupakan pengalaman berharga yang tidak hanya menjadi prestasi, tetapi juga bagian dari proses pembentukan karakter murid.

«“Kami tentu merasa bangga dan bersyukur atas kepercayaan yang diberikan kepada Yahya. Menjadi pengibar bendera bukan hanya sebuah prestasi, tetapi juga amanah dan tanggung jawab. Semoga pengalaman ini semakin menumbuhkan rasa percaya diri, kedisiplinan, serta jiwa nasionalisme dalam dirinya,” ujar Heni.»

Heni menambahkan, keterlibatan Yahya dalam upacara tingkat provinsi diharapkan dapat menjadi motivasi bagi murid-murid lainnya untuk terus mengembangkan potensi dan berani mengambil kesempatan dalam berbagai bidang.

Hal senada disampaikan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMK Darul Qur’an, Erna Fajarwati, S.Pd.I. Ia mengungkapkan kebanggaannya atas kepercayaan yang diberikan kepada Alvaro untuk menjadi pengibar bendera pada upacara tingkat Kabupaten Gunungkidul.

«“Kami sangat bangga dengan pencapaian Alvaro. Kepercayaan untuk menjadi pengibar bendera pada upacara tingkat kabupaten tentu menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi Alvaro. Semoga pengalaman ini menjadi bekal untuk membentuk pribadi yang lebih disiplin, bertanggung jawab, percaya diri, dan memiliki semangat kebangsaan,” ungkap Erna.»

Menurut Erna, prestasi tersebut juga menunjukkan bahwa kegiatan pembinaan kesiswaan dapat memberikan ruang bagi murid untuk mengembangkan kemampuan di luar bidang akademik.

Ia berharap pengalaman Alvaro dapat menginspirasi murid SMK Darul Qur’an lainnya untuk aktif mengikuti berbagai kegiatan positif dan terus mengembangkan potensi yang dimiliki.

Keterlibatan Yahya dan Alvaro dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda juga sejalan dengan semangat pendidikan di Darul Qur’an yang tidak hanya menekankan kemampuan akademik dan penguatan nilai-nilai keislaman, tetapi juga pembentukan karakter dan wawasan kebangsaan.

Momentum Hari Sumpah Pemuda menjadi pengingat bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga persatuan dan membangun masa depan bangsa. Bagi Darul Qur’an, keterlibatan dua murid tersebut menjadi salah satu bentuk nyata pembinaan generasi muda agar tumbuh sebagai pribadi yang berkarakter, berprestasi, dekat dengan Al-Qur’an, serta memiliki kepedulian terhadap bangsa dan negara.

Prestasi Yahya dan Alvaro diharapkan menjadi inspirasi bagi murid-murid Darul Qur’an lainnya untuk terus berprestasi dan mengambil peran positif di tengah masyarakat. (And)